Monday, 8 October 2012

Surat Seorang Ibu Kepada Anaknya

04:00



Surat Seorang Ibu Kepada Anaknya

Suatu hari, seorang ibu menyadari bahwa ia tak punya apa-apa untuk diberikan kepada anaknya. Ia pun berfikir sepanjang hari dan akhirnya mengambil secarik kertas. 

Mulai ditulislah barisan-barisan kalimat yang terlintas di benaknya. Fikirnya, bila ia tak sempat meninggalkan sesuatu yang berharga, setidaknya ia telah mengajarkan anaknya untuk tetap boleh bertahan hidup sepertinya.

Dan, beginilah isi surat tersebut...
Anakku,
Aku hanya ingin kau tahu,
Hidup mungkin tak selalu indah berkilau seperti berlian.
Selalu saja ada masalah yang datang,
Ada hujan yang mengguyur,
Ada badai yang menghadang,
Dan terik matahari yang menusuk kulit.
Kau juga harus tahu,
Bahawa juga ada karpet merah yang digelar di bawahmu,
Ada tepuk tangan hormat kepadamu,
Dan decak kagum serta pujian.
Tetapi, jangan selalu terlarut di dalamnya.
Selalu ingat,
bahawa ada naik dan turun,
ada belokan tajam dan jalan penuh batu.
Terkadang kau akan berjalan di bawah terang matahari,
terkadang juga di dalam gelap gulita.
Jangan pernah menoleh ke belakang dan kembali,
seberat apapun rute yang akan kau jalani.
Selangkah demi selangkah,
berdirilah kembali jika kau terjatuh.
Dan demikianlah hidup,
bertahanlah seperti apa yang ibu ajarkan,
kerana hanya itu yang boleh ibu tinggalkan.

Dengan penuh cinta,
Ibumu.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 comments:

 

© 2013 Sinar Islam. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top